PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR IPA DI KELAS VI SD SANTO YOSEPH 1 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2011-2012

M. I KETUT MERTIANA

Abstract


ABSTRAK

Mertiana, I Ketut M. (2011), Pengaruh Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar IPA di Kelas VI SD Santo Yoseph I Denpasar. Tesis, Pendidikan Dasar Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha

Tesis ini sudah disetujui dan diperiksa oleh: Pembimbing I: Prof. Dr. Nyoman Dantes dan Pembimbing II: Dr. I Wayan Karyasa, M. Sc

Kata kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, motivasi belajar, hasil belajar IPA, sekolah dasar

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh beberapa variabel, yaitu: (1) model pembelajaran inkuiri terbimbing, (2) motivasi belajar, (3) hasil belajar, dan (4) model pembelajaran inkuiri terbimbing secara bersama-sama terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPA kelas VI SD.Santo Yoseph I Denpasar.

Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Santo Yoseph I Denpasar pada tahun pelajaran 2011-2012 yang berjumlah 89 orang

Sampel pada penelitian ini menggunakan desain posttest only control desain yang mengambil sampel peserta didik kelas VI. Penelitian ini dirancang dalam bentuk action risert. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner untuk komponen motivasi belajar dan tes untuk komponen hasil belajar IPA. Data dianalisis dengan menggunakan Manova berbantuan SPSS 13.0 for windows

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan secara signifikan motivasi belajar pada mata pelajaran IPA antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran langsung (F= 9,127 dan sig = 0,003;p< 0,05). (2) terdapat perbedaan hasil belajar pada mata pelajaran IPA antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran langsung (F= 29,293 dan sig = 0,000; p< 0,05). dan (3) terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar secara simultan terhadap pelajaran IPA antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran langsung.( harga F hitung lebih kecil dari 0,05)

Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa 1) motivasi belajar peserta didik yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik daripada peserta didik yang mengikuti pembelajaran langsung. 2) hasil belajar IPA peserta didik yang mengikuti pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran langsung. 3) bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPA kelas VI SD Santo Yoseph I Denpasar.

ABSTRACT

Mertiana, I Ketut M. (2011), The contribution of Guided Inquiry Instructional Model towards the Improvement of learning Motivation and Science Learning Achievement of the Students Class IV SD Santo Yoseph I Denpasar. Thesis. Departement of Elementary Education, Postgraduate Program, Ganesha University of Education.

This thesis had been corrected and verified by:

the first supervisor : Prof.Dr.Nyoman Dantes, and

the second supervisor: Dr.I Wayan Karyasa, M.Sc.

 

Key-words: guided inquiry instructional model, learning motivation, science learning achievement, Elementary School

The study was conducted in order to find out the extend of contribution of some variables, like (1) guided inquiry insrtuctional model, (2) learning motivation, (3) learning motivation, and (4) guided inquiry instructional model simultaneously towards learning motivation and science learning achievement of the students at class VI SD Santo Yoseph I Denpasar.

The populations of the study were the total number of 89 students at class VI SD Santo Yoseph I Denpasar in 2011-2012. The study used a post-test only control group design, and it was designed by using action research, where the samples were chosen from the students at class VI. The data were collected by using questionnaire for learning motivation component, and tests for science learning achievement. The analysis was made by using Manova facilitated by SPSS version 13.0 for windows.

The results indicated that (1) there was a significant difference in the science learning motivation between the students joining guided inquiry instructional model with those joining a direct instruction (F=9.127 and sig=0.000; p<0.05). (2) there was a difference in science learning achievement of the students joining guided inquiry instructional model with those joining a direct instruction (F=29.293 and sig=0.000; p<0.05) and (3) there was a simultaneous difference in learning motivation and science learning achievement of the students joining guided inquiry instructional model with those joining a direct instruction (F-observed <0.05).

Based on the findings it could be concluded that 1) learning motivation of the students joining guided inquiry instructional model was fuond higher than those joining a direct instruction. 2) science learning achievement of the students joining guided inquiry instructional model was found higher than those joining a direct intruction. 3) there was a significant contribution of guided inquiry instructional model towards learning motivation and science learning achievement of the students at class VI SD Santo Yoseph I Denpasar

Refbacks

  • There are currently no refbacks.