Singaraja – Dalam rangka merespons dinamika kebutuhan dunia kerja serta menyelaraskan output lulusan dengan standar kompetensi pada masing-masing kualifikasi bidang keilmuan hukum, Program Studi Magister Hukum (S2 MH) Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan kegiatan workshop dengan tema “Penyempurnaan Visi, Misi, dan Kurikulum Program Studi Magister Hukum Program Pascasarjana Undiksha Tahun 2025”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 26 Mei 2025, dan menghadirkan narasumber Dr. Alfons Zakaria, S.H., L.LM., seorang akademisi dan praktisi hukum yang berpengalaman dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi.
Workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya Prodi S2 MH dalam menyempurnakan dokumen kurikulum agar lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan dunia kerja. Dalam kegiatan ini, sejumlah agenda utama dibahas secara mendalam, antara lain penyusunan sebaran kurikulum yang sistematis, penetapan bobot SKS per semester yang proporsional, serta perencanaan program matrikulasi. Program matrikulasi ini dirancang khusus bagi calon mahasiswa yang berasal dari latar belakang non-hukum agar memiliki pemahaman dasar keilmuan hukum yang memadai, dan juga bagi calon mahasiswa berlatar belakang hukum yang tidak berasal dari rumpun mata kuliah umum, guna menyamakan persepsi dan pemahaman terhadap substansi kurikulum inti.
Selain itu, workshop ini juga menetapkan jumlah total beban studi mahasiswa Magister Hukum sebanyak 54 SKS, yang meliputi mata kuliah wajib, pilihan, serta tesis. Penetapan ini mengacu pada prinsip dan standar pendidikan berbasis luaran (Outcome-Based), yaitu Outcome-Based Curriculum (OBC), Outcome-Based Learning and Work (OBLW), serta Outcome-Based Learning and Assessment (OBLA). Melalui kegiatan ini, diharapkan kurikulum Program Studi Magister Hukum Pascasarjana Undiksha dapat semakin unggul, relevan, dan siap mencetak lulusan yang profesional, berintegritas, dan mampu bersaing secara global.










