Singaraja, 14 Oktober 2026 – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui Program Studi Doktor (S3) Teknologi Pendidikan, Program Pascasarjana, terus memperkuat jejaring kerja sama akademik nasional dan internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu dan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan empat perguruan tinggi, yakni Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Negeri Malang (UM), dan University of Surrey, Inggris. Kegiatan ini sekaligus ditandai dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi S3 Teknologi Pendidikan Undiksha dan University of Surrey sebagai langkah konkret penguatan kerja sama internasional.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, bertempat di Gedung Kuliah Umum Fakultas Ilmu Pendidikan (GKU FIP B B1.02) Undiksha ini menghadirkan Dr. Dominic Mahon dari University of Surrey, Inggris, sebagai narasumber utama. Kuliah tamu mengangkat topik “AI-Assisted Microlearning to Enhance Student Engagement in Hybrid Learning”, yang membahas pendekatan microlearning berbantuan kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran hybrid.
Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, serta Direktur Program Pascasarjana Undiksha yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui pengembangan inovasi pembelajaran digital dan penguatan jejaring penelitian.
Dalam sesi kuliah tamu, pendekatan microlearning berbantuan AI menjadi fokus pembahasan sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang berpotensi meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas pengalaman belajar mahasiswa. Integrasi microlearning dan AI membuka peluang pengembangan pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan individual mahasiswa, terutama dalam lingkungan pembelajaran hybrid yang menggabungkan aktivitas tatap muka dan daring.
Pendekatan tersebut juga berkaitan erat dengan upaya peningkatan student engagement yang mencakup tiga dimensi utama, yaitu keterlibatan perilaku (behavioral engagement), emosional (emotional engagement), dan kognitif (cognitive engagement). Ketiga dimensi tersebut menjadi aspek penting dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna, interaktif, dan berpusat pada mahasiswa.
Selain kuliah tamu, kegiatan dilanjutkan dengan FGD mengenai tren dan isu strategis penelitian kecerdasan artifisial dalam pendidikan. Forum ini menjadi ruang diskusi akademik untuk mengeksplorasi peluang penelitian inovatif, tantangan penerapan AI dalam pembelajaran, serta pengembangan kolaborasi penelitian lintas perguruan tinggi.
Koordinator Program Studi S2 dan S3 Teknologi Pendidikan Undiksha, Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati, M.Pd., memandang kegiatan ini sebagai bagian dari strategi penguatan mutu akademik dan budaya penelitian di lingkungan Pascasarjana Undiksha. Keterlibatan akademisi internasional diharapkan dapat memperluas wawasan dosen dan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi pendidikan mutakhir, sekaligus mendorong lahirnya penelitian yang memiliki kebaruan, relevansi, dan kontribusi ilmiah.
Momentum penting kegiatan ini adalah penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Program Studi Doktor Teknologi Pendidikan Undiksha dan University of Surrey, Inggris, pada akhir rangkaian acara. Penandatanganan tersebut menjadi wujud nyata komitmen kedua institusi untuk memperkuat kolaborasi akademik internasional, khususnya dalam bidang pengembangan teknologi pendidikan dan inovasi pembelajaran.
Melalui IA tersebut, kedua pihak memiliki landasan untuk mengembangkan kegiatan akademik bersama secara lebih terarah dan berkelanjutan. Sejumlah peluang kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti meliputi penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah kolaboratif (joint publication), kuliah tamu internasional, pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik, serta pengembangan inovasi pembelajaran berbantuan AI.
Bagi Program Studi S3 Teknologi Pendidikan Undiksha, kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam mendukung internasionalisasi program studi, memperkuat atmosfer akademik, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Kolaborasi dengan University of Surrey juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan jejaring penelitian internasional yang berdampak pada peningkatan mutu pendidikan doktoral dan kontribusi keilmuan teknologi pendidikan digital.
Keterlibatan UNS dan UM dalam kegiatan ini semakin memperkuat sinergi antarinstitusi dalam membangun ekosistem akademik yang kolaboratif. Kerja sama nasional dan internasional tersebut diharapkan mampu mendorong pertukaran gagasan, pengembangan riset inovatif, dan diseminasi praktik baik pemanfaatan teknologi dalam pendidikan.
Melalui penyelenggaraan kuliah tamu, FGD, dan penandatanganan IA ini, Undiksha menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan strategis yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya dalam pengembangan teknologi pendidikan digital pada tingkat nasional dan internasional. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terwujudnya berbagai program kolaborasi akademik yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia di era kecerdasan artifisial.










