Singaraja – Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali mencatatkan capaian akademik melalui penyelenggaraan Ujian Terbuka Program Doktor pada Jumat (7/8/2026). Bertempat di Auditorium Program Pascasarjana Undiksha, dua promovendus dari Program Studi S3 Pendidikan Bahasa Inggris berhasil mempertahankan disertasi masing-masing dan dinyatakan lulus sebagai doktor dengan predikat Pujian.
Ujian terbuka menjadi salah satu tahapan penting dalam penyelesaian pendidikan doktoral. Dalam forum akademik tersebut, promovendus mempresentasikan hasil penelitian sekaligus mempertanggungjawabkan gagasan, metodologi, temuan, dan kontribusi penelitian di hadapan tim penguji. Dua penelitian yang dipresentasikan pada kesempatan ini sama-sama berfokus pada pengembangan pembelajaran bahasa Inggris, tetapi mengangkat konteks dan kebutuhan peserta didik yang berbeda.
Promovenda pertama, Ni Nyoman Tantri, dari Program Studi S3 Pendidikan Bahasa Inggris, mempertahankan disertasi berjudul “Developing Local Culture Genre-Based English Teaching Materials for the Students of Institut Agama Hindu Tampung Penyang Palangka Raya.”
Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan bahan ajar bahasa Inggris berbasis genre yang mengintegrasikan unsur budaya lokal. Pendekatan ini menempatkan budaya sebagai bagian penting dalam pembelajaran bahasa, sehingga materi yang digunakan tidak hanya berorientasi pada penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga memberikan ruang bagi peserta didik untuk memahami dan mengapresiasi lingkungan budaya di sekitarnya.
Pengintegrasian budaya lokal dalam bahan ajar juga dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Peserta didik dapat mempelajari bahasa Inggris melalui topik dan konteks yang memiliki kedekatan dengan kehidupan sosial dan budaya mereka. Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi pengenalan kekayaan budaya lokal dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris.
Disertasi Ni Nyoman Tantri disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A. Setelah berhasil mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji, Ni Nyoman Tantri dinyatakan lulus sebagai doktor ke-259 Undiksha dengan IPK 3,95 dan memperoleh predikat Dengan Pujian.
Pada sesi berikutnya, ujian terbuka dilanjutkan oleh Ni Made Yuniari, yang juga merupakan promovendus dari Program Studi S3 Pendidikan Bahasa Inggris. Ia mempertahankan disertasi berjudul “Developing an Individualized English Learning Plan for a Kindergarten Child with Speech Delay.”
Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian Ni Made Yuniari menitikberatkan pada pengembangan rencana pembelajaran bahasa Inggris yang diindividualisasikan bagi anak usia taman kanak-kanak dengan kondisi keterlambatan bicara. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penyusunan strategi pembelajaran yang mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan, dan kemampuan individual peserta didik.
Pendekatan pembelajaran yang terindividualisasi memberikan peluang bagi pendidik untuk menyesuaikan tujuan, materi, aktivitas, serta strategi pembelajaran dengan kebutuhan anak. Dalam konteks pembelajaran bahasa pada usia dini, penyesuaian tersebut menjadi penting agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara lebih sesuai dengan kemampuan dan tahap perkembangan peserta didik.
Disertasi tersebut juga disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A. Setelah melalui proses ujian terbuka dan berhasil mempertahankan hasil penelitiannya, Ni Made Yuniari dinyatakan lulus sebagai doktor ke-260 Undiksha dengan IPK 3,96 dan memperoleh predikat Dengan Pujian.
Capaian kedua promovendus tersebut menunjukkan keberagaman kajian dalam bidang Pendidikan Bahasa Inggris, khususnya dalam upaya menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Penelitian Ni Nyoman Tantri menekankan pentingnya integrasi budaya lokal dalam pengembangan bahan ajar, sementara penelitian Ni Made Yuniari menghadirkan pendekatan individual dalam pembelajaran bahasa bagi anak dengan kebutuhan khusus.
Keberhasilan keduanya sekaligus memperkuat kontribusi Program Pascasarjana Undiksha dalam menghasilkan penelitian doktoral yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga memiliki relevansi terhadap persoalan nyata dalam dunia pendidikan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan pengembang pembelajaran dalam menciptakan proses belajar yang lebih kontekstual, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Dengan bertambahnya Ni Nyoman Tantri sebagai doktor ke-259 dan Ni Made Yuniari sebagai doktor ke-260, Program Pascasarjana Undiksha terus memperkuat tradisi akademik dan penelitian di tingkat doktoral. Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Undiksha untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas pendidikan.








