Singaraja – Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menyelenggarakan Sidang Promosi Doktor pada Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Program Pascasarjana Undiksha tersebut diikuti oleh dua promovendus dari Program Studi S3 Pendidikan Dasar dan Program Studi S3 Ilmu Pendidikan.
Sidang promosi doktor menjadi salah satu tahapan akademik penting dalam penyelesaian pendidikan doktoral. Dalam forum tersebut, para promovendus mempresentasikan hasil penelitian disertasi sekaligus mempertanggungjawabkan temuan dan kontribusi akademiknya di hadapan tim penguji. Kedua penelitian yang dipresentasikan mengangkat pendekatan inovatif berbasis kearifan lokal dan etnosains dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Promovendus pertama, Muhamad Ajwar dari Program Studi S3 Pendidikan Dasar, mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Interaktif Berbasis Etnosains Bima untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Prestasi Belajar Konsep Dasar IPA Mahasiswa PGSD.”
Penelitian tersebut mengembangkan model pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan etnosains Bima ke dalam pembelajaran konsep dasar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Pendekatan berbasis etnosains memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan pengetahuan, praktik, dan kearifan lokal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Integrasi unsur budaya lokal dalam pembelajaran diharapkan dapat menjadikan proses pembelajaran lebih kontekstual dan dekat dengan pengalaman mahasiswa. Selain mendukung pemahaman terhadap konsep-konsep IPA, pendekatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan literasi sains serta prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Penelitian Muhamad Ajwar dilaksanakan di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. Setelah melalui proses sidang promosi dan dinyatakan memenuhi persyaratan akademik, Muhamad Ajwar berhasil lulus sebagai doktor ke-250 Program Pascasarjana Undiksha dengan IPK 3,92 dan memperoleh predikat Pujian.
Pada sesi berikutnya, sidang promosi doktor dilanjutkan oleh Khaeruman dari Program Studi S3 Ilmu Pendidikan. Ia mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Inkuiri Bebas Berbasis Etnokimia untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Literasi Budaya Mahasiswa pada Mata Kuliah Kimia Dasar.”
Disertasi tersebut mengembangkan model pembelajaran inkuiri bebas yang dipadukan dengan pendekatan etnokimia dalam pembelajaran Kimia Dasar. Etnokimia menjadi pendekatan yang menghubungkan konsep dan fenomena kimia dengan pengetahuan serta praktik budaya yang berkembang di masyarakat.
Melalui model tersebut, mahasiswa didorong untuk lebih aktif dalam mengeksplorasi permasalahan, melakukan penyelidikan, menganalisis informasi, serta membangun pemahaman berdasarkan proses inkuiri. Pendekatan ini juga diharapkan mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis sekaligus meningkatkan literasi budaya mahasiswa.
Penelitian Khaeruman dilaksanakan di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Ketut Suma, M.S. Setelah berhasil mempertahankan hasil penelitian di hadapan tim penguji, Khaeruman dinyatakan lulus sebagai doktor ke-251 Program Pascasarjana Undiksha dengan IPK 3,97 dan memperoleh predikat Pujian.
Keberhasilan kedua promovendus tersebut menunjukkan kontribusi Program Pascasarjana Undiksha dalam mendorong pengembangan penelitian pendidikan yang inovatif, kontekstual, dan berbasis pada kekayaan budaya lokal. Pemanfaatan etnosains Bima dan etnokimia dalam penelitian masing-masing menjadi bentuk upaya mengintegrasikan pengetahuan ilmiah dengan potensi kearifan lokal dalam proses pembelajaran.
Kedua penelitian tersebut juga memiliki relevansi terhadap pengembangan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi turut memperkuat literasi sains, kemampuan berpikir kritis, dan literasi budaya. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini yang menuntut peserta didik dan pendidik memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi sekaligus mampu memahami lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya.
Dengan bertambahnya Muhamad Ajwar sebagai doktor ke-250 dan Khaeruman sebagai doktor ke-251, Program Pascasarjana Undiksha terus memperkuat kontribusinya dalam menghasilkan lulusan doktor yang memiliki kompetensi akademik dan mampu menghasilkan karya penelitian yang relevan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pendidikan. Capaian tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Undiksha dalam membangun tradisi akademik yang berorientasi pada inovasi, kearifan lokal, dan kebutuhan masyarakat.








