Singaraja — Ada yang istimewa di Ruang Auditorium Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), pada Jumat 14 Agustus 2026. Dalam satu hari, empat mahasiswa program doktor menjalani Ujian Terbuka/Sidang Promosi Doktor secara beruntun, menghadirkan momentum akademik yang menunjukkan geliat dan produktivitas keilmuan Undiksha.
Keempatnya datang dari latar keilmuan yang berbeda. Promosi doktor pertama dilakukan oleh Sofia Idawati Lubis, mahasiswa S3 Pendidikan Bahasa Inggris, melalui disertasi berjudul “Developing a Project-Based Learning E-Module Integrating Character Values and North Sumatra Local Wisdom in the Teaching of Productive Skills.” Di bawah promotor Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A., Sofia dinyatakan sebagai lulusan ke-265 Undiksha dengan IPK 3,90 dan predikat Cumlaude.
Selanjutnya, Huldiya Syamsiar dari S3 Ilmu Pendidikan mempertahankan disertasi “Pengembangan Modul Pembelajaran Sosiologi Berbasis Kearifan Lokal Sasak dengan Pendekatan Cultural Responsive Teaching (CRT) untuk Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa Kelas XII IPS SMA di Lombok Timur.” Penelitian ini mengangkat kearifan lokal Sasak sebagai bagian dari pembelajaran sosiologi yang kontekstual. Huldiya menjadi lulusan ke-266 dengan capaian IPK 3,97 dan predikat Cumlaude.
Rangkaian berikutnya menghadirkan Ketut Ngurah Semadi, mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan, yang mengangkat penelitian mengenai “Pengaruh Media Aplikasi Packet Tracer dan Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Vokasi pada Mata Kuliah Jaringan Komputer di Politeknik Negeri Bali.” Dengan promotor Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si., ia menjadi lulusan ke-267 dengan IPK 3,37 dan predikat Sangat Memuaskan.
Menutup rangkaian sidang, I Ketut Budaya Astra dari S3 Teknologi Pendidikan mempertahankan disertasi “Pengaruh Model Problem Based Flipped Learning dan Kemandirian Belajar terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Groundstroke Forehand dan Backhand Drive pada Tenis.” Di bawah promotor Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati, M.Pd., ia menjadi lulusan ke-268 dengan IPK 3,96 dan predikat Cumlaude.
Empat sidang dalam satu hari ini menjadi lebih dari sekadar rangkaian ujian akademik. Keempat disertasi memperlihatkan bagaimana penelitian doktoral dapat bergerak dari ruang akademik menuju persoalan nyata pendidikan. Dengan lahirnya lulusan ke-265 hingga ke-268, Jumat ini menjadi salah satu hari yang penuh makna bagi Undiksha. Empat doktor, empat karya ilmiah, empat perspektif, dan satu semangat yang sama: menghadirkan inovasi untuk memajukan pendidikan.*Empat Sidang Doktor dalam Sehari, Undiksha Cetak Empat Lulusan dengan Segudang Inovasi Pendidikan*
Singaraja — Ada yang istimewa di Ruang Auditorium Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), pada Jumat 14 Agustus 2026. Dalam satu hari, empat mahasiswa program doktor menjalani Ujian Terbuka/Sidang Promosi Doktor secara beruntun, menghadirkan momentum akademik yang menunjukkan geliat dan produktivitas keilmuan Undiksha.
Keempatnya datang dari latar keilmuan yang berbeda. Promosi doktor pertama dilakukan oleh Sofia Idawati Lubis, mahasiswa S3 Pendidikan Bahasa Inggris, melalui disertasi berjudul “Developing a Project-Based Learning E-Module Integrating Character Values and North Sumatra Local Wisdom in the Teaching of Productive Skills.” Di bawah promotor Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A., Sofia dinyatakan sebagai lulusan ke-265 Undiksha dengan IPK 3,90 dan predikat Cumlaude.
Selanjutnya, Huldiya Syamsiar dari S3 Ilmu Pendidikan mempertahankan disertasi “Pengembangan Modul Pembelajaran Sosiologi Berbasis Kearifan Lokal Sasak dengan Pendekatan Cultural Responsive Teaching (CRT) untuk Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa Kelas XII IPS SMA di Lombok Timur.” Penelitian ini mengangkat kearifan lokal Sasak sebagai bagian dari pembelajaran sosiologi yang kontekstual. Huldiya menjadi lulusan ke-266 dengan capaian IPK 3,97 dan predikat Cumlaude.
Rangkaian berikutnya menghadirkan Ketut Ngurah Semadi, mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan, yang mengangkat penelitian mengenai “Pengaruh Media Aplikasi Packet Tracer dan Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Vokasi pada Mata Kuliah Jaringan Komputer di Politeknik Negeri Bali.” Dengan promotor Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si., ia menjadi lulusan ke-267 dengan IPK 3,37 dan predikat Sangat Memuaskan.
Menutup rangkaian sidang, I Ketut Budaya Astra dari S3 Teknologi Pendidikan mempertahankan disertasi “Pengaruh Model Problem Based Flipped Learning dan Kemandirian Belajar terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Groundstroke Forehand dan Backhand Drive pada Tenis.” Di bawah promotor Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati, M.Pd., ia menjadi lulusan ke-268 dengan IPK 3,96 dan predikat Cumlaude.
Empat sidang dalam satu hari ini menjadi lebih dari sekadar rangkaian ujian akademik. Keempat disertasi memperlihatkan bagaimana penelitian doktoral dapat bergerak dari ruang akademik menuju persoalan nyata pendidikan. Dengan lahirnya lulusan ke-265 hingga ke-268, Jumat ini menjadi salah satu hari yang penuh makna bagi Undiksha. Empat doktor, empat karya ilmiah, empat perspektif, dan satu semangat yang sama: menghadirkan inovasi untuk memajukan pendidikan.













