Singaraja, Bali – Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) terus memperkuat barisan pakar pendidikannya melalui rangkaian ujian terbuka yang berlangsung di bulan Februari 2026. Pada periode Kamis, 5 Februari 2026 hingga Jumat, 6 Februari 2026, empat doktor baru resmi dikukuhkan dengan fokus riset pada adaptasi teknologi dan model pembelajaran inovatif di era digital.
Pada hari Kamis, 5 Februari 2026, Program Studi S3 Teknologi Pendidikan resmi meluluskan dua doktor yang membawa riset mendalam di bidang digitalisasi. Made Prima Restami (Lulusan ke-195) sukses meraih predikat Pujian dengan IPK 3,84. Di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. I Wayan Santyasa, M.Si., ia mempertahankan disertasi berjudul “Problem-Based Blended Learning dan Self-Efficacy dalam Pencapaian Literasi Digital dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Fisika Kelas X”.
Keberhasilan ini diikuti oleh Alexander Hamonangan Simamora yang resmi menjadi doktor lulusan ke-196. Alexander berhasil meraih IPK 3,94 dengan predikat Pujian. Di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Ketut Agustini, S.Si., M.Si., ia memaparkan risetnya mengenai “Pengembangan Konten E-Learning Berbasis Model ICARE untuk Meningkatkan Student Engagement dan Keterampilan Berpikir Kreatif pada Mata Kuliah Teknologi Baru dalam Pengajaran dan Pembelajaran”.
Pada hari selanjutnya, Jumat, 6 Februari 2026, I Gusti Agung Ngurah Trisna Jayantika dari Prodi S3 Teknologi Pendidikan resmi menjadi doktor lulusan ke-197. Di bawah bimbingan promotor Prof. Dr. Ni Nyoman Parwati, M.Pd., ia meraih IPK 3,91 dengan predikat Pujian lewat disertasi bertajuk “Pengembangan E-Book Eksploratif Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas XI SMA”.
Rangkaian ujian pada hari yang sama ditutup oleh Anak Agung Inten Paraniti dari Prodi S3 Ilmu Pendidikan yang dikukuhkan sebagai lulusan ke-198. Dengan promotor Prof. Dr. I Wayan Redhana, M.Si., ia meraih IPK 3,98 dengan predikat Sangat Memuaskan. Disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Berdiferensiasi Untuk Meningkatkan Tantangan Keterampilan Berpikir Kritis, Kreatif, Literasi Sains, Dan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA” memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model pembelajaran di tingkat menengah atas.
Melalui temuan-temuan riset para doktor baru ini, Undiksha kembali menegaskan komitmennya dalam merespons tantangan pendidikan modern melalui solusi yang efektif dan aplikatif. Agenda ujian terbuka ini direncanakan akan terus berlanjut pada pekan berikutnya.









